Rapat Pleno Terbuka Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan organisasi motorsport nasional. Dalam forum tersebut, Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), secara tegas mendorong pembentukan IMI Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Langkah ini menunjukkan upaya serius IMI untuk memperluas jangkauan organisasinya hingga ke tingkat paling bawah, memastikan IMI menjangkau seluruh pelosok negeri, dan memajukan motorsport secara merata.
Pembentukan IMI Kabupaten/Kota adalah strategi vital untuk mengidentifikasi dan membina talenta-talenta balap sejak dini. Banyak bibit unggul tersembunyi di daerah-daerah yang belum memiliki wadah resmi. Dengan adanya IMI di tingkat lokal, potensi ini dapat digali dan dikembangkan secara lebih efektif, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pembalap di setiap daerah.
Rapat Pleno ini juga membahas pentingnya sinergi antara IMI Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Bamsoet menekankan bahwa keberhasilan pengembangan motorsport nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang solid di semua tingkatan. Komunikasi yang lancar dan koordinasi yang baik adalah kunci untuk menjalankan program-program secara efektif.
Perluasan struktur organisasi hingga ke tingkat Kabupaten/Kota juga akan mempermudah penyelenggaraan event balap lokal. Rapat Pleno menyadari bahwa event-event regional adalah fondasi untuk kompetisi yang lebih besar. IMI di tingkat daerah dapat menjadi fasilitator dan koordinator utama, mendukung event-event yang relevan dengan potensi lokal.
Selain itu, pembentukan IMI Kabupaten/Kota juga bertujuan untuk mendekatkan organisasi dengan komunitas motorsport di akar rumput. Mereka adalah jembatan antara IMI dengan klub-klub otomotif, bengkel modifikasi, dan para penggemar di daerah. IMI menjangkau mereka secara langsung, mengadvokasi kepentingan mereka.
Rapat Pleno Terbuka IMI 2025 juga menekankan pentingnya standarisasi dan profesionalisme di seluruh tingkatan organisasi. IMI Kabupaten/Kota diharapkan dapat mengadopsi standar yang ditetapkan oleh IMI Pusat dan Provinsi dalam hal administrasi, regulasi balap, dan pembinaan atlet. Ini untuk menjaga kualitas dan reputasi IMI secara keseluruhan.
Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat diharapkan dalam pembentukan IMI Kabupaten/Kota. Kolaborasi dengan pemerintah lokal akan mempermudah akses terhadap fasilitas, perizinan, dan dukungan anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan motorsport di wilayah masing-masing, menciptakan lingkungan kolaboratif.
Bamsoet percaya bahwa dengan struktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat bawah, IMI menjangkau seluruh potensi balap di Indonesia. Ini akan mempercepat proses pencarian, pembinaan, dan pengembangan atlet, memastikan Indonesia tidak pernah kehabisan talenta-talenta balap berkelas dunia.